Syarat-Syarat Shalat Jamak Taqdim Menurut Imam Syafii

  • admin
  • May 04, 2022
Ilustrasi Sholat. (Republika/ Prayogi )

Shalat jamak terbagi menjadi dua, yakni jamak taqdim dengan jamak takhir.

MOZAIK.MY.ID, JAKARTA – Meringkas dua waktu shalat dalam satu waktu (shalat jamak) diperbolehkan bagi orang-orang yang berada dalam perjalanan. Shalat jamak terbagi menjadi dua, yakni jamak taqdim dengan jamak takhir.


Adapun shalat yang dapat dijamak adalah shalat zuhur dapat dijamak dengan ashar, dan shalat maghrib dengan shalat Isya. Sementara itu shalat subuh tidak dapat dijamak, baik dengan shalat sebelumnya maupun dengan shalat sesudahnya.


Imam Syafii dalam Fikih Manhaji menyebutkan mengenai syarat-syarat jamak taqdim, berikut penjabarannya:


Pertama, berurutan. Caranya dengan mendahulukan shalat yang ada pada waktu itu, diikuti dengan shalat berikutnya.


Kedua, niat menjamak shalat yang kedua dengan pertama dilakukan sebelum shalat yang pertama selesai. Namun, disunahkan agar niat itu dilakukan saat melakukan takbiratul ihram.


Ketiga, beriringan. Caranya dengan langsung melakukan shalat yang kedua setelah shalat yang pertama selesai. Tidak ada satu pun kegiatan antara shalat yang dijamak, apakah itu dzikir, shalat sunnah, dan lainnya.


Jika ada rentang waktu yang secara normal dianggap lama atau menangguhkan yang kedua tanpa melakukan apapun, jamah shalat menjadi batal dan shalat yang kedua wajib dilaksanakan sesuai waktunya.


Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Ibnu Umar mengungkapkan, “Aku melihat Nabi SAW ingin cepat-cepat berangkat, beliau menangguhkan shalat maghrib. Beliau mengerjakan shalat tiga rakaat, mengucapkan salam. Tidak lama kemudian beliau pun langsung mendirikan shalat Isya. Beliau hanya shalat dua rakaat lalu mengucapkan salam,”.


Keempat, masih dalam perjalanan waktu shalat yang kedua masuk. Maksudnya, tidak masalah jika ketika sampai waktu shalat yang kedua masih ada.

Related Post :

Leave a Reply

Your email address will not be published.